.:: Official Website Sekolah Pengahafal Quran ::.
|
Selamat Datang di Sekolah Penghafal Al Quran |
|
INDAHNYA I'TIKAF DI SPA RIJALUL QUR'AN

|
|
Written by she_
|
|
Thursday, 02 September 2010 03:00 |

IKUTILAH...!!!
PERINGATAN NUZULUL QUR'AN, BUKA BERSAMA DAN PELEPASAN LIBURAN SANTRI
Senin, 6 September 2010
16.00-selesai
di Pondok Sekolah Penghafal Al-Qur'an Rijalul Qur'an
|
|
Last Updated on Thursday, 02 September 2010 03:25 |
|
|
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan |
|
|
|
|
Written by she_
|
|
Tuesday, 31 August 2010 02:27 |
Keutamaan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Bulan Ramadhan merupakan momentum peningkatan kebaikan bagi orang-orang yang bertaqwa dan ladang amal bagi orang-orang shaleh. Terutama, sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Sebagian ulama kita membagi bulan ini dengan tiga fase: fase pertama sepuluh hari awal Ramadhan sebagai fase rahmat, sepuluh di tengahnya sebagai fase maghfirah dan sepuluh akhirnya sebagai fase pembebasan dari api neraka. Sebagaimana diriwayatkan oleh sahabat Salman Al Farisi: “Adalah bulan Ramadhan, awalnya rahmat, pertengahannya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Dari ummul mukminin, Aisyah ra., menceritakan tentang kondisi Nabi saw. ketika memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan: “Beliau jika memasuki sepuluh hari terkahir Ramadhan, mengencangkan ikat pinggang, menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”
Apa rahasia perhatian lebih beliau terhadap sepuluh hari terakhir Ramadhan? Paling tidak ada dua sebab utama:
Sebab pertama, karena sepuluh terkahir ini merupakan penutupan bulan Ramadhan, sedangkan amal perbuatan itu tergantung pada penutupannnya atau akhirnya. Rasulullah saw. berdo’a:
“اللهم اجعل خير عمري آخره وخير عملي خواتمه وخير أيامي يوم ألقاك”
“Ya Allah, jadikan sebaik-baik umurku adalah penghujungnya. Dan jadikan sebaik-baik amalku adalah pamungkasnya. Dan jadikan sebaik-baik hari-hariku adalah hari di mana saya berjumpa dengan-Mu Kelak.”
|
|
Last Updated on Tuesday, 31 August 2010 02:43 |
|
Read more...
|
|
|
Memahami Kembali Gramatika Ramadhan |
|
|
|
|
Written by she_
|
|
Friday, 20 August 2010 07:21 |
Ada yang sangat menarik dari setiap akhir ayat-ayat yang berkaitan dengan puasa Ramadhan. Ayat 183-187 surah Albaqarah diakhiri dengan fi'il Mudhari' (present dan future tense). Misalnya, ayat 183 yang diakhiri dengan la'allakum tattaqun, alu in kuntum ta'lamun (184), la'allakum tasykurun (185), la'allahum yarsyudun (186), dan la'allahum yattaqun (187).
Menurut gramatika bahasa Arab, akhir ayat-ayat tersebut mengandung arti bahwa puasa itu harus berwawasan masa kini dan mendatang. Ketakwaan itu mengawali, menyertai, mengakhiri, sekaligus menindaklanjuti Ramadhan.
|
|
Read more...
|
|
|
|
|